2020
Hey, it's been a while yaa.
Does anyone miss me?
Hai, aku pulang kembali ke blog ini. Sudah lama sekali ya. Dalam selang waktu itu, aku berubah lo. Dan banyak sekali berubah.
Feeling nostalgic gara - gara baca post yang dulu dulu. Jadi keinget banyak hal. Ngomong - ngomong soal berubah, aku sudah berubah banyak loh.
Pertama yang paling keliatan, dari typing dan pemilihan katanya lebih mending. Jadi lumayan tidak membuat merinding pembaca.
Kedua, dari personality. Jujur, personalitiku dulu tuh bener - bener kacau. Emosi yang ga stabil khas anak remaja yang lagi puber, terus suka tiba - tiba nangis ga jelas, attention seeker banget, dll. Kalo sekarang sih alhamdulillah, lebih kalem, setiap emosi yang keluar lebih mudah dikendaliin, attention seekernya masih sih. Cuma kalo ga dapet yaudah, ga sebegitunya sampe melakukan banyak hal buat dapet attention.
Ketiga. Lebih pinter memantaskan diri didepan publik. Ga kaya dulu, pake baju serampangan.
Keempat, lebih bodo amat sama omongan dan kelakuan toxic dari orang. Aku yang dulu suka lari dari masalah, sekarang lebih berani ngehadepin masalah. Bahkam ga ragu buat debat.
Dan masih banyak lagi yang berubah.
Tentunya, dalam proses yang aku lewati sebelum hari ini, aku menemui banyak kehilangan.
Dan kehilangan yang membuat diriku mempunyai luka di hati adalah kehilangan teman. Kalian bisa baca postku terdahulu, aku paling sedih kalo sudah kehilangan teman. Rasanya mereka membawa sebagian dari diriku pergi.
Sungguh perjalanan yang menyakitkan. Bagi beberapa orang mungkin mereka terbiasa. Karena mereka tidak terlalu memprioritaskan teman - tenan mereka sebagaimana aku memprioritaskan teman - temanku.
Sungguh, aku tidak bisa hidup tanpa teman. Dan beberapa kehilangan, diakibatkan karena cinta.
Post selanjutnya akan kuceritakan, bagaimana sebuah emosi yang dinamakan cinta membuatku tumbuh sekaligus mati disaat yang bersamaan.
Sekian.
Dandelion
Dandelion
Sebuah bunga kecil bermekaran di sudut taman sana. Menanti angin yang akan menghampirinya dan merampas tiap helaian lembutnya. Bunga itu sangat rapuh, lihatlah helaiannya yang di ombang-ambingkan di langit lepas. Kebanyakan orang menyebutkan, bunga Dandelion. Ya benar, itu namanya.
Tidak ada yang spesial di bunga ini. Namun, beberapa orang menyukainya. Mungkin mereka kasihan pada bunga yang rapuh ini. Walaupun di luar sana tumbuh bunga-bunga yang jauh lebih menawan dan menarik, tetapi masih saja ada orang yang menyukainya.
Jika dibandingkan dengan bunga Mawar, Dandelion sungguhlah bukan apa-apa, ia tidak memiliki perisai duri yang tajam yang kapan saja dapat menghujam makhluk yang menyakitinya. Sedangkan Dandelion? ia hanya pasrah jika ada yang memetiknya dan membuangnya begitu saja.
Jika dibandingkan dengan bunga
Srengenge, ia mungkin terlihat seperti rumput liar. Lihatlah keindahan mahkota milik bunga Srengenge
, indah dan cerah. Mahkota yang akan membuat makhluk lain terpesona olehnya. Dandelion? jangan bercanda, ia hanya memiliki helaian rapuh yang dapat terhempaskan oleh angin.
Jika dibandingkan dengan bunga Melati, ia mungkin hanya seperti .... ya seperti itulah. bunga Melati yang memberikan keharuman semerbak yang menenangkan bagi siapapun. Sedangkan Dandelion? don't Kidding me, ia bahkan tak memiliki bau untuk di cium.
TAPI, jika di amati lebih dekat, bunga lainlah yang iri padanya. Di saat bunga lain menjerit dan memekik ketika sesuatu merobek, mencabut dan menghempaskan mahkota indah mereka, lihatlah Dandelion, ia bahkan tersenyum manis. Saat bunga lain bertanya padanya mengapa ia tersenyum, ia hanya menjawab "mereka mencabutku dan menghamburkan helaianku dengan senyum yang terukir indah diwajah mereka juga terkadang doa kecil terselip di mulutnya mungkin dengan terbangnya helaianku bisa menyampaikan doa itu pada-Nya, bagaimana aku bisa menangis". Bunga lain hanya terperanggah, berharap mereka bisa kuat sepertinya.
Bunga Dandelion mungkin terapuh dan tak menarik dibanding mereka. Namun, ia mungkin cukup kuat di dalamnya. Bunga dengan helaian seputih dan selembut salju, ia juga dapat tumbuh di manapun bahkan, di tebing curam sekalipun, batangnya yang kuat menahan angin agar tak menggoyahkannya.
Bunga, bunga yang mungkin membuat orang disekitarnya tersenyum walaupun beberapa merenggut helaian miliknya.
Label: Abstrak momen
Snow of Love
Snow of Love
"Salju...Apakah kau tahu
alasan kenapa aku sangat
menyukai salju?"
Karena salju selalu
mengingatkanku akan kenangan
tentangmu..
Salju juga membuat hatiku membeku.
Mengurung anganku tentang
hadirnya dirimu..
Mengabaikan segala keletihan
abadiku.
Salju mengajarkanku tentang
indahnya kesetiaan..
Setia menanti musim dingin datang..
Hanya untuk mengenangmu, lagi..
Mengukir kenangan tentang masa
lalu..
Menapaki masa-masa sulit yang
kelam..
Membuatku terus terkenang akan
hadirmu yang semu..
Apakah hikayat indah itu tidak
akan pernah terulang kembali
Hidup sudah sangat sulit..
Dan akan terasa lebih sulit lagi
tanpamu disini..”
“Katakan padaku bagaimana
keadaanmu hari ini?
Apakah kau sehat?
Apa kau baik-baik saja?
Lalu… Mungkinkah kau merindukanku?
Sedikit saja?”
“Kadang rasanya lelah..
Tapi bagaimanapun juga hatiku
selalu meminta berusaha bertahan..
Menganggap semuanya biasa saja..
Aku bukan lah orang yang tidak
punya perasaan..
Bukan termasuk orang yang kuat..
Juga bukan orang yang bisa
berdiri tegak sendirian..
Tapi aku berusaha untuk tetap
tersenyum.
Berusaha untuk terlihat baik-baik
saja..
Walaupun sebenarnya keadaanku
rapuh..
Aku butuh pegangan untuk berdiri..
Tapi nyatanya tak ada sesuatu
yang bisa ku temukan untuk membantuku..”
“Aku akan berhenti mencintaimu...
Jika warna matahari berubah
menjadi hitam.
Itu artinya tidak ada lagi
kehidupan yang patut aku risaukan..”
“Ada satu hal yang sangat ku
takuti didunia ini..
Apakah kau tahu?
Aku takut akan kematian..
Bukan karena aku memang takut
akan kematian itu..
Tidak, bukan itu..
Tapi aku takut meninggalkanmu..
“Aku hanya ingin mencintaimu..
Aku tidak akan pernah berpikir
untuk melihat yang lain lagi…”
“Aku mencintaimu dengan sengaja..
Sengaja untuk melindungimu..
Sengaja untuk mengawasimu..
Sengaja untuk menghabiskan waktu
bersamamu..
Aku mencintaimu dengan sengaja..
Hingga tak ada keraguan
sedikitpun didalamnya..”
“Bangun dan buka matamu..
Hadapilah dunia..
Tataplah aku yang menunggumu
disini..
Menunggu hingga detik penghabisan
membunuh waktu..”
“Ketika kematian memisahkan kita..
Apa yang dapat aku lakukan
untukmu?
Apakah aku harus terpuruk dalam
kesedihan yang berlarut-larut?
Atau kah mungkin aku harus
bangkit dan percaya akan ada takdir yang lebih indah dari pada ini?
Semuanya memang terasa berbeda saat kau tak ada.
Tapi aku bisa apa untuk menentang
semuanya?
Ingatlah..
Cinta tak kan pudar dimakan waktu
dan usia..
Begitu juga rasa ini untukmu..
Cinta ini akan terus ada selama
nyawa masih melekat dalam tubuhku..
Aku berjanji padamu..”
Pertanyaan ini masih mengganjal di hatiku...
Dapatkah aku membuka mataku sekali lagi?,,,
Berharap malaikat maut berbaik hati padaku...
Izinkan aku mencintaimu lagi...
Menyayangimu lagi....
Merindukanmu lagi...
Bisakah kita bersama seperti dulu lagi?
Akankah kita bisa melawan takdir yang sudah di jatuhkan
pada kita?..
Tidak, tidah ada sejarahnya orang yang menang dari
takdir...
Rasa sakit ini terus menggerogoti tubuhku...
Membuatku mengurungkan diri untuk membuka mataku...
Tubuhku kaku, bagaimana ini? Dapatkah kembali seperti
dulu?...
Rambut indahku, itu semakin hari semakin menipis...
Tubuhku kurus dan lemah, rambutku menipis dan
berkemungkinan akan menghilang seiring waktu,
Mukaku akan lebih pucat dari
orang yang tlah tiada, apa kau masih akan mencintaiku?
Walaupun matahari sudah menggandakan kedudukannya?
Walaupun Salju berubah warna?
Walaupun saat musin semi, bunga enggan untuk menghiasi
dunia?
Walaupun musim panas terasa dingin?
Walaupun musim gugur tidak akan bisa merobohkan daun-daun
maple yang kering?
Akankah kau bertahan disampingku?
ok abaikan kata-kata yang mulai ngelindur kaga jelas
diatas, ga jelas apa pointnya, kata-kata di atas untuk bahan buat FF .-. ...
gambarnya hujan ceritanya snow ok apadah .. awalnya ngga nyadar
kalo buatan sendiri -_-... wkwkwkwkw XD dan baru disadari bahwa ane cukup
puitis juga :v... dan beberapa kata nyolong dikit :3 ehhh banyak ding :p #peace
#SKAHA
On Rainy Days
On Rainy Days

I know that it's been so long
And I admit that I was wrong
The one at fault was me
But I can't seem to run away
Thinking about it every day
i can't forget these memories
Aku meneduh dibawah atap toko, kita pertama kali bertatap muka.
Aku menunggu hujan mereda dan saat itulah aku menemukanmu.
Tapi, setelah Hujan mereda aku pergi meninggalkanmu sendiri.
Aku berlari, dan menoleh kebelakang.
Dimanakah dirimu? Aku kembali ketempat semula, berharap kutemukan dirimu.
Ini sudah kedua kalinya, aku meninggalkanmu dan kau kembali menghilang.
Ini kesalahanku membiarkanmu menunggu rintik hujan sendirian.
Apa kau kedinginan? bagaimana bisa kau hidup dalam kesendirian?
Maaf aku baru menyadarinya.
Ini kesalahanku.
I know that it's been so long
And I admit that I was wrong
The one at fault was me
But I can't seem to run away
Thinking about it every day
i can't forget these memories
Itu sudah lama terjadi, aku masih tak dapat menemukanmu di hari biasa.
Apakah kau muncul saat hujan kembali membasahi bumi ini?
Jangan membuatku semakin bersalah.
Aku memikirkannya setiap hari.
Memikirkan bagaimana bisa bertemu denganmu di hari biasa.
Love at first sight..
Aku mulai mempercayai kata-kata itu.
Aku masih tidak bisa melupakan hari itu, pada musim hujan.
I have tried so hard
You had to leave me in the dark
Now we are
Strangers a thousand miles apart
I thought these rainy nights would flush
All these memories of us
But I'll always remember because
Aku masih mencoba memaksakan melihatmu.
Tapi, kau terus berlari meninggalkanku di kegelapan.
Hujan kembali mempertemukan kita.
bisakah kau kembali?
When the rain starts falling
You are here with me
I'm reminded of you on the rainy days
Ketika aku menyerah, disaat itu juga kau mendekatiku.
Kau disini bersamaku sekarang.
Semua kesedihan dan kegelapan menghilang sudah.
Aku akan mengingat pertemuan kita saat hujan datang maupun tidak.
But as I come closer
You would disappear
So I know that you were never really here.
Tetapi, saat aku datang mendekat, kau menyakitiku dan kembali pergi.
Kau menghilang lagi.
Aku tau kau tak akan disini, didekatku lagi.
Haruskah aku membeli KUCING lagi? aku sudah kehilangan kucing kesayanganku.
Coba saja kalau dia tidak keluar saat hujan, dia tak akan menghilang.
Saat di temukan, malah di cakar dan lari lagi.
Kucing... kucing -_-
Label: Abstrak momen
2020
Hey, it's been a while yaa.
Does anyone miss me?
Hai, aku pulang kembali ke blog ini. Sudah lama sekali ya. Dalam selang waktu itu, aku berubah lo. Dan banyak sekali berubah.
Feeling nostalgic gara - gara baca post yang dulu dulu. Jadi keinget banyak hal. Ngomong - ngomong soal berubah, aku sudah berubah banyak loh.
Pertama yang paling keliatan, dari typing dan pemilihan katanya lebih mending. Jadi lumayan tidak membuat merinding pembaca.
Kedua, dari personality. Jujur, personalitiku dulu tuh bener - bener kacau. Emosi yang ga stabil khas anak remaja yang lagi puber, terus suka tiba - tiba nangis ga jelas, attention seeker banget, dll. Kalo sekarang sih alhamdulillah, lebih kalem, setiap emosi yang keluar lebih mudah dikendaliin, attention seekernya masih sih. Cuma kalo ga dapet yaudah, ga sebegitunya sampe melakukan banyak hal buat dapet attention.
Ketiga. Lebih pinter memantaskan diri didepan publik. Ga kaya dulu, pake baju serampangan.
Keempat, lebih bodo amat sama omongan dan kelakuan toxic dari orang. Aku yang dulu suka lari dari masalah, sekarang lebih berani ngehadepin masalah. Bahkam ga ragu buat debat.
Dan masih banyak lagi yang berubah.
Tentunya, dalam proses yang aku lewati sebelum hari ini, aku menemui banyak kehilangan.
Dan kehilangan yang membuat diriku mempunyai luka di hati adalah kehilangan teman. Kalian bisa baca postku terdahulu, aku paling sedih kalo sudah kehilangan teman. Rasanya mereka membawa sebagian dari diriku pergi.
Sungguh perjalanan yang menyakitkan. Bagi beberapa orang mungkin mereka terbiasa. Karena mereka tidak terlalu memprioritaskan teman - tenan mereka sebagaimana aku memprioritaskan teman - temanku.
Sungguh, aku tidak bisa hidup tanpa teman. Dan beberapa kehilangan, diakibatkan karena cinta.
Post selanjutnya akan kuceritakan, bagaimana sebuah emosi yang dinamakan cinta membuatku tumbuh sekaligus mati disaat yang bersamaan.
Sekian.
Dandelion
Dandelion
Sebuah bunga kecil bermekaran di sudut taman sana. Menanti angin yang akan menghampirinya dan merampas tiap helaian lembutnya. Bunga itu sangat rapuh, lihatlah helaiannya yang di ombang-ambingkan di langit lepas. Kebanyakan orang menyebutkan, bunga Dandelion. Ya benar, itu namanya.
Tidak ada yang spesial di bunga ini. Namun, beberapa orang menyukainya. Mungkin mereka kasihan pada bunga yang rapuh ini. Walaupun di luar sana tumbuh bunga-bunga yang jauh lebih menawan dan menarik, tetapi masih saja ada orang yang menyukainya.
Jika dibandingkan dengan bunga Mawar, Dandelion sungguhlah bukan apa-apa, ia tidak memiliki perisai duri yang tajam yang kapan saja dapat menghujam makhluk yang menyakitinya. Sedangkan Dandelion? ia hanya pasrah jika ada yang memetiknya dan membuangnya begitu saja.
Jika dibandingkan dengan bunga
Srengenge, ia mungkin terlihat seperti rumput liar. Lihatlah keindahan mahkota milik bunga Srengenge
, indah dan cerah. Mahkota yang akan membuat makhluk lain terpesona olehnya. Dandelion? jangan bercanda, ia hanya memiliki helaian rapuh yang dapat terhempaskan oleh angin.
Jika dibandingkan dengan bunga Melati, ia mungkin hanya seperti .... ya seperti itulah. bunga Melati yang memberikan keharuman semerbak yang menenangkan bagi siapapun. Sedangkan Dandelion? don't Kidding me, ia bahkan tak memiliki bau untuk di cium.
TAPI, jika di amati lebih dekat, bunga lainlah yang iri padanya. Di saat bunga lain menjerit dan memekik ketika sesuatu merobek, mencabut dan menghempaskan mahkota indah mereka, lihatlah Dandelion, ia bahkan tersenyum manis. Saat bunga lain bertanya padanya mengapa ia tersenyum, ia hanya menjawab "mereka mencabutku dan menghamburkan helaianku dengan senyum yang terukir indah diwajah mereka juga terkadang doa kecil terselip di mulutnya mungkin dengan terbangnya helaianku bisa menyampaikan doa itu pada-Nya, bagaimana aku bisa menangis". Bunga lain hanya terperanggah, berharap mereka bisa kuat sepertinya.
Bunga Dandelion mungkin terapuh dan tak menarik dibanding mereka. Namun, ia mungkin cukup kuat di dalamnya. Bunga dengan helaian seputih dan selembut salju, ia juga dapat tumbuh di manapun bahkan, di tebing curam sekalipun, batangnya yang kuat menahan angin agar tak menggoyahkannya.
Bunga, bunga yang mungkin membuat orang disekitarnya tersenyum walaupun beberapa merenggut helaian miliknya.
Label: Abstrak momen
Snow of Love
Snow of Love
"Salju...Apakah kau tahu
alasan kenapa aku sangat
menyukai salju?"
Karena salju selalu
mengingatkanku akan kenangan
tentangmu..
Salju juga membuat hatiku membeku.
Mengurung anganku tentang
hadirnya dirimu..
Mengabaikan segala keletihan
abadiku.
Salju mengajarkanku tentang
indahnya kesetiaan..
Setia menanti musim dingin datang..
Hanya untuk mengenangmu, lagi..
Mengukir kenangan tentang masa
lalu..
Menapaki masa-masa sulit yang
kelam..
Membuatku terus terkenang akan
hadirmu yang semu..
Apakah hikayat indah itu tidak
akan pernah terulang kembali
Hidup sudah sangat sulit..
Dan akan terasa lebih sulit lagi
tanpamu disini..”
“Katakan padaku bagaimana
keadaanmu hari ini?
Apakah kau sehat?
Apa kau baik-baik saja?
Lalu… Mungkinkah kau merindukanku?
Sedikit saja?”
“Kadang rasanya lelah..
Tapi bagaimanapun juga hatiku
selalu meminta berusaha bertahan..
Menganggap semuanya biasa saja..
Aku bukan lah orang yang tidak
punya perasaan..
Bukan termasuk orang yang kuat..
Juga bukan orang yang bisa
berdiri tegak sendirian..
Tapi aku berusaha untuk tetap
tersenyum.
Berusaha untuk terlihat baik-baik
saja..
Walaupun sebenarnya keadaanku
rapuh..
Aku butuh pegangan untuk berdiri..
Tapi nyatanya tak ada sesuatu
yang bisa ku temukan untuk membantuku..”
“Aku akan berhenti mencintaimu...
Jika warna matahari berubah
menjadi hitam.
Itu artinya tidak ada lagi
kehidupan yang patut aku risaukan..”
“Ada satu hal yang sangat ku
takuti didunia ini..
Apakah kau tahu?
Aku takut akan kematian..
Bukan karena aku memang takut
akan kematian itu..
Tidak, bukan itu..
Tapi aku takut meninggalkanmu..
“Aku hanya ingin mencintaimu..
Aku tidak akan pernah berpikir
untuk melihat yang lain lagi…”
“Aku mencintaimu dengan sengaja..
Sengaja untuk melindungimu..
Sengaja untuk mengawasimu..
Sengaja untuk menghabiskan waktu
bersamamu..
Aku mencintaimu dengan sengaja..
Hingga tak ada keraguan
sedikitpun didalamnya..”
“Bangun dan buka matamu..
Hadapilah dunia..
Tataplah aku yang menunggumu
disini..
Menunggu hingga detik penghabisan
membunuh waktu..”
“Ketika kematian memisahkan kita..
Apa yang dapat aku lakukan
untukmu?
Apakah aku harus terpuruk dalam
kesedihan yang berlarut-larut?
Atau kah mungkin aku harus
bangkit dan percaya akan ada takdir yang lebih indah dari pada ini?
Semuanya memang terasa berbeda saat kau tak ada.
Tapi aku bisa apa untuk menentang
semuanya?
Ingatlah..
Cinta tak kan pudar dimakan waktu
dan usia..
Begitu juga rasa ini untukmu..
Cinta ini akan terus ada selama
nyawa masih melekat dalam tubuhku..
Aku berjanji padamu..”
Pertanyaan ini masih mengganjal di hatiku...
Dapatkah aku membuka mataku sekali lagi?,,,
Berharap malaikat maut berbaik hati padaku...
Izinkan aku mencintaimu lagi...
Menyayangimu lagi....
Merindukanmu lagi...
Bisakah kita bersama seperti dulu lagi?
Akankah kita bisa melawan takdir yang sudah di jatuhkan
pada kita?..
Tidak, tidah ada sejarahnya orang yang menang dari
takdir...
Rasa sakit ini terus menggerogoti tubuhku...
Membuatku mengurungkan diri untuk membuka mataku...
Tubuhku kaku, bagaimana ini? Dapatkah kembali seperti
dulu?...
Rambut indahku, itu semakin hari semakin menipis...
Tubuhku kurus dan lemah, rambutku menipis dan
berkemungkinan akan menghilang seiring waktu,
Mukaku akan lebih pucat dari
orang yang tlah tiada, apa kau masih akan mencintaiku?
Walaupun matahari sudah menggandakan kedudukannya?
Walaupun Salju berubah warna?
Walaupun saat musin semi, bunga enggan untuk menghiasi
dunia?
Walaupun musim panas terasa dingin?
Walaupun musim gugur tidak akan bisa merobohkan daun-daun
maple yang kering?
Akankah kau bertahan disampingku?
ok abaikan kata-kata yang mulai ngelindur kaga jelas
diatas, ga jelas apa pointnya, kata-kata di atas untuk bahan buat FF .-. ...
gambarnya hujan ceritanya snow ok apadah .. awalnya ngga nyadar
kalo buatan sendiri -_-... wkwkwkwkw XD dan baru disadari bahwa ane cukup
puitis juga :v... dan beberapa kata nyolong dikit :3 ehhh banyak ding :p #peace
#SKAHA
On Rainy Days
On Rainy Days

I know that it's been so long
And I admit that I was wrong
The one at fault was me
But I can't seem to run away
Thinking about it every day
i can't forget these memories
Aku meneduh dibawah atap toko, kita pertama kali bertatap muka.
Aku menunggu hujan mereda dan saat itulah aku menemukanmu.
Tapi, setelah Hujan mereda aku pergi meninggalkanmu sendiri.
Aku berlari, dan menoleh kebelakang.
Dimanakah dirimu? Aku kembali ketempat semula, berharap kutemukan dirimu.
Ini sudah kedua kalinya, aku meninggalkanmu dan kau kembali menghilang.
Ini kesalahanku membiarkanmu menunggu rintik hujan sendirian.
Apa kau kedinginan? bagaimana bisa kau hidup dalam kesendirian?
Maaf aku baru menyadarinya.
Ini kesalahanku.
I know that it's been so long
And I admit that I was wrong
The one at fault was me
But I can't seem to run away
Thinking about it every day
i can't forget these memories
Itu sudah lama terjadi, aku masih tak dapat menemukanmu di hari biasa.
Apakah kau muncul saat hujan kembali membasahi bumi ini?
Jangan membuatku semakin bersalah.
Aku memikirkannya setiap hari.
Memikirkan bagaimana bisa bertemu denganmu di hari biasa.
Love at first sight..
Aku mulai mempercayai kata-kata itu.
Aku masih tidak bisa melupakan hari itu, pada musim hujan.
I have tried so hard
You had to leave me in the dark
Now we are
Strangers a thousand miles apart
I thought these rainy nights would flush
All these memories of us
But I'll always remember because
Aku masih mencoba memaksakan melihatmu.
Tapi, kau terus berlari meninggalkanku di kegelapan.
Hujan kembali mempertemukan kita.
bisakah kau kembali?
When the rain starts falling
You are here with me
I'm reminded of you on the rainy days
Ketika aku menyerah, disaat itu juga kau mendekatiku.
Kau disini bersamaku sekarang.
Semua kesedihan dan kegelapan menghilang sudah.
Aku akan mengingat pertemuan kita saat hujan datang maupun tidak.
But as I come closer
You would disappear
So I know that you were never really here.
Tetapi, saat aku datang mendekat, kau menyakitiku dan kembali pergi.
Kau menghilang lagi.
Aku tau kau tak akan disini, didekatku lagi.
Haruskah aku membeli KUCING lagi? aku sudah kehilangan kucing kesayanganku.
Coba saja kalau dia tidak keluar saat hujan, dia tak akan menghilang.
Saat di temukan, malah di cakar dan lari lagi.
Kucing... kucing -_-
Label: Abstrak momen