Snow of Love
Senin, 15 September 2014 | 07.09 | 0 Students
Snow of Love
"Salju...Apakah kau tahu
alasan kenapa aku sangat
menyukai salju?"
Karena salju selalu
mengingatkanku akan kenangan
tentangmu..
Salju juga membuat hatiku membeku.
Mengurung anganku tentang
hadirnya dirimu..
Mengabaikan segala keletihan
abadiku.
Salju mengajarkanku tentang
indahnya kesetiaan..
Setia menanti musim dingin datang..
Hanya untuk mengenangmu, lagi..
Mengukir kenangan tentang masa
lalu..
Menapaki masa-masa sulit yang
kelam..
Membuatku terus terkenang akan
hadirmu yang semu..
Apakah hikayat indah itu tidak
akan pernah terulang kembali
Hidup sudah sangat sulit..
Dan akan terasa lebih sulit lagi
tanpamu disini..”
“Katakan padaku bagaimana
keadaanmu hari ini?
Apakah kau sehat?
Apa kau baik-baik saja?
Lalu… Mungkinkah kau merindukanku?
Sedikit saja?”
“Kadang rasanya lelah..
Tapi bagaimanapun juga hatiku
selalu meminta berusaha bertahan..
Menganggap semuanya biasa saja..
Aku bukan lah orang yang tidak
punya perasaan..
Bukan termasuk orang yang kuat..
Juga bukan orang yang bisa
berdiri tegak sendirian..
Tapi aku berusaha untuk tetap
tersenyum.
Berusaha untuk terlihat baik-baik
saja..
Walaupun sebenarnya keadaanku
rapuh..
Aku butuh pegangan untuk berdiri..
Tapi nyatanya tak ada sesuatu
yang bisa ku temukan untuk membantuku..”
“Aku akan berhenti mencintaimu. ..
Jika warna matahari berubah
menjadi hitam.
Itu artinya tidak ada lagi
kehidupan yang patut aku risaukan..”
“Ada satu hal yang sangat ku
takuti didunia ini..
Apakah kau tahu?
Aku takut akan kematian..
Bukan karena aku memang takut
akan kematian itu..
Tidak, bukan itu..
Tapi aku takut meninggalkanmu..
“Aku hanya ingin mencintaimu..
Aku tidak akan pernah berpikir
untuk melihat yang lain lagi…”
“Aku mencintaimu dengan sengaja..
Sengaja untuk melindungimu..
Sengaja untuk mengawasimu..
Sengaja untuk menghabiskan waktu
bersamamu..
Aku mencintaimu dengan sengaja..
Hingga tak ada keraguan
sedikitpun didalamnya..”
“Bangun dan buka matamu..
Hadapilah dunia..
Tataplah aku yang menunggumu
disini..
Menunggu hingga detik penghabisan
membunuh waktu..”
“Ketika kematian memisahkan kita..
Apa yang dapat aku lakukan
untukmu?
Apakah aku harus terpuruk dalam
kesedihan yang berlarut-larut?
Atau kah mungkin aku harus
bangkit dan percaya akan ada takdir yang lebih indah dari pada ini?
Semuanya memang terasa berbeda saat kau tak ada.
Tapi aku bisa apa untuk menentang
semuanya?
Ingatlah..
Cinta tak kan pudar dimakan waktu
dan usia..
Begitu juga rasa ini untukmu..
Cinta ini akan terus ada selama
nyawa masih melekat dalam tubuhku..
Aku berjanji padamu..”
Pertanyaan ini masih mengganjal di hatiku...
Dapatkah aku membuka mataku sekali lagi?,,,
Berharap malaikat maut berbaik hati padaku...
Izinkan aku mencintaimu lagi...
Menyayangimu lagi....
Merindukanmu lagi...
Bisakah kita bersama seperti dulu lagi?
Akankah kita bisa melawan takdir yang sudah di jatuhkan
pada kita?..
Tidak, tidah ada sejarahnya orang yang menang dari
takdir...
Rasa sakit ini terus menggerogoti tubuhku...
Membuatku mengurungkan diri untuk membuka mataku...
Tubuhku kaku, bagaimana ini? Dapatkah kembali seperti
dulu?...
Rambut indahku, itu semakin hari semakin menipis...
Tubuhku kurus dan lemah, rambutku menipis dan
berkemungkinan akan menghilang seiring waktu,
Mukaku akan lebih pucat dari
orang yang tlah tiada, apa kau masih akan mencintaiku?
Walaupun matahari sudah menggandakan kedudukannya?
Walaupun Salju berubah warna?
Walaupun saat musin semi, bunga enggan untuk menghiasi
dunia?
Walaupun musim panas terasa dingin?
Walaupun musim gugur tidak akan bisa merobohkan daun-daun
maple yang kering?
Akankah kau bertahan disampingku?
ok abaikan kata-kata yang mulai ngelindur kaga jelas
diatas, ga jelas apa pointnya, kata-kata di atas untuk bahan buat FF .-. ...
gambarnya hujan ceritanya snow ok apadah .. awalnya ngga nyadar
kalo buatan sendiri -_-... wkwkwkwkw XD dan baru disadari bahwa ane cukup
puitis juga :v... dan beberapa kata nyolong dikit :3 ehhh banyak ding :p #peace
#SKAHA
